Google Hack: Pencarian dengan inurl dan index of

Salah satu trik pencarian di google yang memungkinkan kita mengunduh suatu file melalui direct link adalah dengan menggunakan keyword inurl dan index of. Contoh pencarian berikut saya gunakan untuk mencari ebook tentang programming dengan format pdf, epub, atau zip. Silahkan anda memodifikasi kata kunci “programming” dan tipe file “pdf|epub|zip” sesuai dengan kebutuhan anda.

-inurl:(htm|html|php) intitle:”index of” +”last modified” +”parent directory” +description +size +(pdf|epub|zip) “programming”

Hasil dari pencarian diatas adalah sebagai berikut:

hasil

Salah satu link yang bisa dikunjungi dari hasil pencarian di atas:
http://iclass.iuea.ac.ug/intranet/E-books/INFORMATION%20TECHNOLOGY/C++%20and%20C%20programming/

Mount USB Flashdisk Menggunakan Command Line

Cek partisi USB flashdisk akan di-mount dengan perintah fdisk -l:

naragnu@buras:~$ sudo fdisk -l
[sudo] password for naragnu:
no talloc stackframe at ../source3/param/loadparm.c:4864, leaking memory

Disk /dev/sda: 80.0 GB, 80026361856 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 9729 cylinders, total 156301488 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x000735a2

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 2048 499711 248832 83 Linux
/dev/sda2 501758 156301311 77899777 5 Extended
/dev/sda5 501760 156301311 77899776 8e Linux LVM

Disk /dev/mapper/buras--vg-root: 78.7 GB, 78701920256 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 9568 cylinders, total 153714688 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

Disk /dev/mapper/buras--vg-root doesn't contain a valid partition table

Disk /dev/mapper/buras--vg-swap_1: 1065 MB, 1065353216 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 129 cylinders, total 2080768 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

Disk /dev/mapper/buras--vg-swap_1 doesn't contain a valid partition table

Disk /dev/sdf: 4009 MB, 4009754624 bytes
32 heads, 63 sectors/track, 3884 cylinders, total 7831552 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x7e7c7320

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sdf1 * 63 7830143 3915040+ b W95 FAT32

hasil yang didapatkan dari perintah fdisk -l, terlihat bahwa alamat flashdisk ada di /dev/sdf1. Langkah berikutnya buat direktori untuk melakukan mount.

naragnu@buras:~$ sudo mkdir /media/flash

setelah itu lakukan mounting flashdisk kita dengan perintah:

naragnu@buras:~$ sudo mount -t vfat /dev/sdf1 /media/flash/

selesai, flashdisk siap anda gunakan. semoga bermanfaat 🙂

Import libsvm ke dalam Weka

Ppabila pada saat anda menjalankan library support vector machine (SVM) atau yang disebut libsvm di Weka muncul pesan error.

libsvm classes not in CLASSPATH!

hal itu disebabkan Weka tidak mengenali secara langsung library SVM yang ada di direktori lib. Solusinya adalah kita bisa melakukan import libsvm pada saat menjalankan Weka dengan perintah:

java -classpath $CLASSPATH:/path-weka-disimpan/weka-3-6-10/weka.jar:/path-weka-disimpan/weka-3-6-10/lib/libsvm.jar weka.gui.GUIChooser

Done, setelah menggunakan perintah ini libsvm berhasil digunakan ketika menjalankan Weka.

 

Masalah Temperatur Tinggi pada Ubuntu 12.04

Saya menginstall ubuntu 12.04 pada laptop Asus A46C Intel Core i3 4GB RAM Nvidia Geforce GT 635M 2GB, tapi entah kenapa suhu laptop sangat tinggi dan kipas sering meraung-raung tanda sedang bekerja keras untuk menurunkan suhu. Berikut output setelah dicek menggunakan sensors

$ sensors
acpitz-virtual-0
Adapter: Virtual device
temp1: +72.0°C (crit = +108.0°C)

nouveau-pci-0100
Adapter: PCI adapter
temp1: +67.0°C (high = +100.0°C, crit = +110.0°C)

Dari output sensors terlihat suhu laptop sebesar +72.0°C. Setelah mencari informasi di berbagai forum dapat disimpulkan bahwa masalah ini timbul karena kartu grafis menggunakan lebih banyak power. Solusi untuk permasalahan ini cukup mudah, kita cukup menginsall aplikasi yang disebut bumblebee, mirip nama salah satu karakter di film transformer :-).

Untuk instalasi bumblebee dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
tambahkan repositori paket bumblebee

sudo add-apt-repository ppa:bumblebee/stable
sudo apt-get update

Kemudian install paket bumblebee:

sudo apt-get install bumblebee bumblebee-nvidia linux-headers-generic

Selesai setelah dicek dengan sensors, didapatkan suhu laptop sekarang:

$ sensors
acpitz-virtual-0
Adapter: Virtual device
temp1: +49.0°C (crit = +108.0°C)

Suhu laptop turun menjadi +49.0°C turun 23 derajat dari sebelumnya. Semoga bermanfaat.

Virtual CD/DVD di Linux Ubuntu

Ternyata untuk mounting atau membuat virtual cd di ubuntu cukup dengan beberapa command saja, tidak butuh software khusus semacam alcohol di windows, baru tahu saya, hehe.. berikut langkah-langkahnya, lakukan dalam mode root atau gunakan sudo:

buat direktori untuk mounting file iso,
mkdir /mnt/cd-dvd

lakukan mount file iso anda menuju direktori yang sudah anda buat sebelumnya:

mount -o loop -t iso9660 /path/file_iso_anda.iso /mnt/cd-dvd

selesai, cd/dvd anda sudah berhasil di-mount
untuk melakukan unmount, lakukan perintah berikut:

unmount /mnt/cd-dvd

sekian, semoga bermanfaat.

Install Classic Gnome di Ubuntu 12.04

Default desktop environmet di ubuntu 12.04 adalah unity, bagi anda yang lebih suka tampilan lama ubuntu yang menggunakan gnome anda bisa melakukan instalasi sendiri berikut perintahya:

$ sudo apt-update
$ sudo apt-get install gnome-panel

 

kemudian logout dan login kembali menggunakan session dari gnome. Selesai. tampilan dari Ubuntu 12.04 dengan GUI gnome milik saya:

Setting proxy untuk keseluruhan sistem Ubuntu

Buka terminal, edit file di /etc/environment dengan editor kesayangan anda:

sudo gedit /etc/environment

tambahkan baris berikut untuk setting proxy (sesuaikan dengan setting proxy di tempat anda):

http_proxy=http://myproxy.server.com:8080/
https_proxy=http://myproxy.server.com:8080/
ftp_proxy=http://myproxy.server.com:8080/
no_proxy="localhost,127.0.0.1,localaddress,.localdomain.com"
HTTP_PROXY=http://myproxy.server.com:8080/
HTTPS_PROXY=http://myproxy.server.com:8080/
FTP_PROXY=http://myproxy.server.com:8080/
NO_PROXY="localhost,127.0.0.1,localaddress,.localdomain.com"

setting untuk apt-get dan update manager, buatlah file 95proxies di /etc/apt/apt.conf.d dengan baris berikut (sesuaikan dengan setting proxy di tempat anda):
Acquire::http::proxy "http://myproxy.server.com:8080/";
Acquire::ftp::proxy "ftp://myproxy.server.com:8080/";
Acquire::https::proxy "https://myproxy.server.com:8080/"
;
lakukan reboot dan setting proxy selesai, semoga bermanfaat 🙂

SWEBOK, Buku Pegangan Wajib Software Engineer

Resensi Buku : Guide to the Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK)

Tahun : 2004

Penerbit : IEEE Computer Society

Buku Guide to the Software Engineering Body of Knowledges atau biasa disingkat SWEBOOK sebenarnya sudah lama diterbitkan yaitu pada 2004 oleh IEEE Computer Society. Tetapi saya baru tahu keberadaan buku ini sekitar 1 minggu yang lalu. Setelah Pak Arry dosen Pengembangan Aplikasi Berorientasi Obyek memberikan tugas untuk membuat resensi ini.

Buku ini menurut saya sangat bagus dan setiap software engineer wajib untuk membaca dan memahami buku ini. Kenapa saya katakan bagus? Karena di buku ini semua tahapan pada software engineering dibahas secara lengkap mulai dari tahap analisa kebutuhan software sampai dengan tahap pemantau kualitas software yang sudah jadi. Dan tentunya yang cukup penting juga, buku ini bisa didapatkan secara gratis di situs www.swebok.org :-).

Buku ini dibagi menjadi 12 Chapter, secara garis besar pembahasan tiap babnya adalah sebagai berikut:

Chapter 1 Introduction To The Guide

Berisi tentang pembahasan singkat mengenai definisi software engineering dan juga gambaran umum mengenai buku SWEBOK ini.

Chapter 2 Software Requirement

Bab ini membahas mengenai tahap-tahap analisis kebutuhan software.

Chapter 3 Software Design

pada bab ini membahas mengenai bagaimana menentukan arsitektur, komponen, antarmuka, dan karakterisik dari sistem yang akan dibuat.

Chapter 4 Software Construction

Bab ini membahas kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi kualitas software, dan untuk meningkatkannya, dengan mengidentifikasi kerusakan-kerusakan dan berbagai masalah yang dihadapi. Software testing terdiri dari verifikasi yang dinamis terhadap perilaku program pada satu set terbatas kasus uji, sesuai dipilih dari domain eksekusi biasanya terbatas, terhadap perilaku yang diharapkan.

Chapter 5 Software Testing

Bab ini membahas kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi kualitas software, dan untuk meningkatkannya, dengan mengidentifikasi kerusakan-kerusakan dan berbagai masalah yang dihadapi. Software testing terdiri dari verifikasi yang dinamis terhadap perilaku program pada satu set terbatas kasus uji, sesuai dipilih dari domain eksekusi biasanya terbatas, terhadap perilaku yang diharapkan.

Chapter 6 Software Maintenance

Bab ini membahas memelihara produk perangkat lunak dari awal pembuatan sampai pemakaian perangkat lunak. Setiap perubahan yang tejadi pada produk perangkat lunak akan dicatat dalam bentuk log. Perubahan perangkat lunak menyebabkan perubahan kode program (coding), memerlukan test sampai menghasilkan produk dengan versi yang baru.

Chapter 7 Software Configuration Management

Merupakan tools manajemen konfigurasi yang dipakai untuk menyimpan versi komponen sistem, membangun sistem dari komponen, dan memantau rilis versi sistem ke pelanggan beserta hasil laporannya. Tools yang digunakan untuk mengatur sekumpulan aktifitas yang dirancang untuk mengontrol perubahan adalah sebagai berikut:

  • – Mengidentifikasi jenis produk yang akan diubah
  • – Audit dan report perubahan yang dibuat
  • – Mengontrol perubahan
  • – Menentukan mekanisme untuk memanage versi yang berbeda dari jenis produk
  • – Mengelompokkan produk

Chapter 8 Software Engineering Management

Bab ini membahas aplikasi dari aktivitas-aktivitas manajemen, seperti planning, coordinating, measuring, monitoring, controlling dan reporting, untuk memastikan bahwa pembangunan dari suatu perangkat lunak dilakukan secara sistematik, disiplin dan sesuai perkiraan. Oleh sebab itu, software engineering management knowledge area memetakan manajemen dari pembangunan perangkat lunak dengan perkiraan dan pemodelan dari pembangunan perangkat lunak tersebut.

Chapter 9 Software Engineering Process

Untuk membangun suatu perangkat lunak, tentu membutuhkan proses-proses tertentu yang disebut dengan model proses. Ada beberapa macam model proses di dalam Sofware Engineering seperti Linear Sequential Model (yang sering dikenal dengan Model Waterfall), kemudian prototyping dan lain sebagainya.

Chapter 10 Software Engineering Tools And Methods

Bab ini membahas kajian teoritis tentang alat bantu dan metode rekayasa perangkat lunak.

Chapter 11 Software Quality

Software Quality menitikberatkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak.

Chapter 12 Related Disciplines Of Software Engineering

Bab 12 membahas mengenai disiplin ilmu yang mendukung kegiatan software engineering seperti computer engineering, computer science, management, mathematics, project management dll.

Saatnya Pindah Mirror Repository

Untuk mengakses paket-paket ubuntu agar lebih cepat, alamat mirror untuk repository harus segera diganti. Mirror ITB bukan hanya lebih cepat tetapi bisa juga diakses secara gratis melakui jaringan intranet kampus, kebetulan saya pake Ubuntu 12.04 LTS terbaru dengan codename precise. Jika anda menggunakan ubuntu versi lainnya silahkan sesuaikan saja.. 🙂

berikut cara melakukan settingnya:

1. Edit file /etc/apt/source.list:
sudo nano /etc/apt/source.lis

2. Tambahkan alamat mirror berikut:

deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu precise main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu precise main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu precise-updates main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu precise-updates main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu precise-security main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu precise-security main restricted universe multiverse

3. Lakukan setting ulang apt-get

$   sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

sumber: http://mirror.itb.ac.id/

PHP-CLI di Windows

Sebenarnya sudah banyak bundel apache+PHP di pasaran yang dapat digunakan untuk menjalankan script PHP kita. Tapi jika anda ingin menjalankan script PHP menggunakan command line anda bisa melakukan instalasi sendiri di komputer anda. Dengan hanya menggunakan PHP-CLI untuk mengeksekusi script PHP kita bisa menghemat resources dikomputer karena ukuran file program yang relatif kecil dan juga sangat ringan. Untuk kali saya ingin menjelaskan bagaimana agar kita bisa menjalankan script PHP melalui CLI yang ada pada operating system windows. Berikut langkah-langkahnya:

1. Download program PHP dari situs http://php.net/downloads.php
2. Extract file program PHP misal di: d:\php

3. Setting system environment variable agar kita dapat langsung menjalankan perintah php pada command prompt dengan cara menambahkan PATH= d:\php\ pada Environment variable


4. Untuk memastikan apakah PHP sudah terinstal dengan baik, silahkan ketik perintah: php –help pada command prompt, jika setting sudah berhasil maka tampilan akan tampak seperti gambar di bawah, jika masih gagal pastikan langkah no 3 telah anda lakukan dengan benar.

5. Kemudian untuk mencoba mengeksekusi program php, buat script sederhana berisi pesan hello world. Misal saya beri nama helloWorld.php kemudian saya simpan di d:\php\prj\

<?php
echo"Hello World!";
?>

6. Lakukan eksekusi menggunakan perintah: php d:\php\prj\helloWorld.php

Selesai, kini anda sudah bisa menjalankan script PHP melalui command line. Semoga bermanfaat 🙂