Panduan Memilih Distro Linux

Bisa dikatakan sulit atau mudahnya penggunaan linux sangat bergantung kepada user itu sendiri. Tapi menurut saya linux itu mudah, saya juga heran begitu banyak orang yang berkata linux itu susah, tapi ketika kita tanya apakah pernah nyoba linux?mereka menjawab belum. Jadi kesulitan itu muncul karena mereka tidak mau mencoba untuk belajar dan lebih menyukai “kemudahan” pada windows yang sudah tersedia. Satu saja jawabku, bukankah ketika kita belum pernah menggunakan windows kita jg mengalamai kesulitan untuk menggunakannya???

mengenai pembagian linux kemarin, maksud dari sulit & mudahnya linux adalah orientasi distro linux itu dibuat. Gentoo, Debian dan Slackware memang konsen untuk pengembangan server, jadi pengguna gentoo, debian dan slackware kebanyakan adalah level network admiistrator. Sebenarnya setiap varian linux itu mampu diterapkan sebagai server, tapi bisa dikatakan ketiga jenis linux itu yg paling banyak digunakan sebagai server. saya ambil contoh Gentoo, gentoo termasuk linux yang memang didesain “sulit” untuk “user biasa”. Proses instalasi gentoo masih memakai mode teks, untuk menginstall pun kita harus melakukan kompilasi kernel sendiri. Ketika saya mencoba menginstal gentoo, saya butuh waktu sekitar satu bulan untuk dapat menginstal gentoo dengan harus menelusuri manual instalasi setebal puluhan halaman, itu pun dapat berhasil ketika saya mendapatkan paket gentoo yang LiveCD installer. Lain halnya dengan distro yang ditujukan untuk penggunaan deskstop, distro-distro ini biasanya sudah menyertakan proses instalai dalam mode grafik, jadi ketika akan menginstal linux kita bisa tinggal naxt-next aja seperti di windows.

Yang unik adalah ubuntu, disamping distro ini begitu unggul untuk penggunaan deskstop karena kemudahan dan kelengkapan repositorynya, banyak juga network administrator yang menggunakannya sebagai server karena memang ubuntu adalah turunan dari debian yang banyak dipakai sebagai server. dahulu juga ada distro bernama redhat yang sekarang telah berubah menjadi komersil. redhat ini termasuk linux yang banyak digunakan sebagai server, tapi setelah redhat menjadi komersil pengembangannya terpecah. Versi gratis dari redhat terpecah menjadi 2 distro besar fedora dan CentOS, fedora merupakan turunan dari redhat yang banyak digunakan sebagai deskstop, sedang turunan yang lain CentOS lebih prefer ke penggunaan server. satu lagi distro yang cukup populer di eropa adalah opensuse, distro ini juga sangat unggul untuk penggunaan deskstop.

Mungkin sedikit tulisan ini bisa menjadi acuan untuk memillih distro yang tepat, satu lagi tips gunakanlah linux yang banyak dipake oleh orang-orang disekitarmu atau yang banyak digunakan oleh komunitas yang kamu sharing di dalamnya.

Advertisements

3 thoughts on “Panduan Memilih Distro Linux

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s